• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Akademisi Unhas Ini Bela Guru Besar “Pendukung” NH-Aziz

December 27, 2017webadminBerita

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Akademisi Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan menolak guru besar yang terlibat dalam dinamika politik di masyakarat jelang Pilgub Sulsel diberikan sanksi.

Hal tersebut disampaikan Aswar menyusul rencana Bawaslu memeriksa sejumlah guru besar yang hadir pada kegiatan Forum Sinergi Aktivis Antar Generasi (Forum Siaga) yang ikut dihadiri bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar beberapa waktu lalu.

“Kalau guru besar diberi hukuman maka itu bentuk pengekangan kebebasan akademik. Jangan sampai pihak Bawaslu melakukan tindakan pengekangan itu,” kata Aswar yang dihubungi, Selasa (26/12/2017) malam.

Ia menegaskan, pemberian sanksi sebagai bentuk membatasi kebebasan berekspresi dari seorang guru besar. Menurut Aswar, guru besar itu bukan seorang partisan. Guru besar adalah orang orang punya pandangan kritis. Guru besar itu orang yang tidak mudah digiring atau dipolitisasi.

“Justru guru besar harus punya tanggung jawab moral atau akademik terhadap situasi yang berkembang di masyarakat. Termasuk itu pada aspek politik,” jelas mantan Ketua Komisi Informasi Publik Sulsel itu.

Aswar menjelaskan, kehadiran sejumlah guru besar dalam acara tersebut hal yang wajar. Asalkan, mereka tidak terlibat dalam politik praktis dan kegiatan partai.

 “Jadi, mereka (guru besar) harus berpihak pada aspek diangggap penting untuk penguatan akademik. Keterlibatan guru besar tak usah dipolitisir,” kata Aswar

Selain itu, menurut Aswar, status guru besar merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang luar biasa. Dosen atau pun guru besar itu berbeda dengan pegawai negeri atau ASN pada umumnya.

“Guru besar terikat dengan tanggung jawab akademik, sedangkan ASN terikat aturan birokrasi,” tegasnya.

27 Desember 2017 – 00:02

Penulis: Esa Ramadana
Editor: Awang Darmawan

Sumber: https://www.sulselsatu.com/2017/12/27/politik/akademisi-unhas-ini-bela-guru-besar-pendukung-nh-aziz.html

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved