• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Cerita Muslimin Bando Soal Ketulusan NH Bangun Sulsel

April 11, 2018webadminBerita

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Bupati Enrekang non-aktif, Muslimin Bando, mengatakan masyarakat Sulsel beruntung memiliki sosok Nurdin Halid (NH) yang rela ‘turun kasta’ demi membangun Sulsel Baru.

Banyak pengorbanan pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu untuk maju pada Pilgub Sulsel 2018. Salah satunya menolak tawaran menjadi menteri yang datang bertepatan dengan Munaslub Golkar pada Desember 2017.

Muslimin yang juga sahabat NH mengaku kagum dengan ketulusan dan pengabdian mantan manajer PSM Makassar itu. NH merupakan orang yang benar-benar komitmen.

Ia tidak tergoda dengan iming-iming jabatan dan kekuasaan demi cita-cita mulia yakni membangun kampung dan menata kota di Sulsel. Diketahui selain jabatan menteri, NH juga menolak dicalonkan menjadi Ketua Umum DPP Golkar.

“NH itu orangnya tulus dan komitmen. Masyarakat Sulsel beruntung karena beliau mau kembali untuk membangun daerahnya mewujudkan cita-cita Sulsel Baru. Dengan jaringan yang kini dimilikinya, itu bukanlah hal yang sulit, tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk lebih maju dan sejahtera bersama NH-Aziz,” ucap Muslimin yang bersahabat dengan NH sejak 1977.

Di mata Muslimin, Sulsel Baru yang lebih maju dan sejahtera merupakan jaminan bila NH-Aziz menjadi gubernur dan wakil gubernur. Toh, pasangan ini sudah selesai dengan urusan dunia. NH-Aziz tidak lagi mengejar kekuasaan maupun kekayaan.

“NH sudah lebih dari cukup. Bahkan, kalau mau dia bisa saja menerima tawaran menjadi menteri saat Munaslub Golkar pada Desember 2017,” kata Muslimin dalam rilisnya, Rabu (11/4/2018).

“Ya tapi saat itu, NH bilang biarlah yang lain menjadi menteri. Dia ingin memenuhi janji sekaligus cita-citanya membangun kampung, membangun Sulsel Baru yang sangat dicintainya,” sambung Muslimin yang juga Ketua DPD II Golkar Enrekang.

Bermodal ketulusan dan komitmen kuat membangun Sulsel ditambah jaringan di tingkat pusat, Muslimin menyebut NH-Aziz menyebut kandidat terbaik untuk memimpin Sulsel.

Ditambah lagi, hanya pasangan nasionalis-religius ini yang benar-benar menguasai konsep dan praktik ekonomi kerakyatan, kunci meraih kesejahteraan dan pemerataan ekonomi.

“NH itu dedengkot ekonomi kerakyatan. Beliau guru saya di bidang koperasi. Saya bisa raih lima penghargaan bergengsi bersama KUD Kambiolangi, ya berkat bantuan NH juga,” tutur Muslimin.

Sepak terjang NH di bidang koperasi dan ekonomi kerakyatan memang tidak perlu diragukan.

Memulai karir dari KUD di Kabupaten Pinrang, NH kini menjabat selaku Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia sekaligus Wakil Presiden Koperasi Asia Pasifik.

Mantan Ketua PSSI itu juga pernah mengemban jabatan tertinggi di berbagai organisasi terkait koperasi, seperti INKUD dan Puskud Hasanuddin.(*)

Rabu, 11 April 2018 14:31

Penulis: Abdul Azis

Editor: Suryana Anas

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2018/04/11/cerita-muslimin-bando-soal-ketulusan-nh-bangun-sulsel

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved