• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Nurdin Halid Dorong Pengembangan Industri Rumahan

February 17, 2018webadminBerita

Makassar — Di sela blusukan ke sejumlah warga Tionghoa, Calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid (NH), menyempatkan diri singgah ke pusat grosir Putri Sinar Mas Padi 2 di Kelurahan Bontoala Parang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sabtu, 17 Februari. Di pusat grosir itu, NH bersama istrinya, Andi Nurbani, memborong seluruh topi kuning.

NH dan sang istri, Andi Ani-sapaan akrab Nurbani, tampak berdiskusi kecil sebelum akhirnya memutuskan membeli seluruh topi kuning di pusat grosir tersebut. Topi kuning dipilih sesuai warna dasar partai utama pengusungnya, Golkar. Terlebih, NH merupakan petinggi partai beringin dan warna kuning merupakan warna dasarnya bersama Aziz Qahhar Mudzakkar.

Pemilik toko Putri Sinar Mas Padi 2, Haji Abustam, menyambut NH dan Andi Ani dengan ramah. Haji Abustam juga tampak meminta karyawannya untuk mengeluarkan seluruh topi berwarna kuning, seperti yang diminta mantan Manajer PSM Makassar. NH membeli dua jenis topi kuning yakni yang polos dan yang strip hitam-kuning.

“Tadi yang dibeli itu dua jenis yakni topi kuning polos dan topi kuning dengan strip hitam. Masing-masing harganya Rp180 ribu per lusin dan Rp230 ribu per lusin,” ucap Haji Abustam.

Pemilik pusat grosir itu mengaku belum menghitung pasti berapa jumlah topi kuning yang diborong NH. Yang pasti, sambung dia, jumlahnya sangat banyak.

Dalam kesempatan tersebut, NH juga mengapresiasi keberadaan pusat grosir maupun home industry alias industri rumahan. Keberadaan simpul-simpul perekonomian berbasis ekonomi kerakyatan mesti didorong sebagai upaya mengakselerasi perekonomian daerah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan, NH tidak sebatas menyambangi pusat grosir, tapi juga pasar tradisional di Kelurahan Bontoala Parang. Mantan Ketua PSSI itu menyempatkan mengunjungi dan bertatap muka dengan pedagang. Mereka pun antusias menyambut NH, dimana ada yang ingin bersalaman dan ada pula yang ingin berfoto bersama. (**)

Sumber:https://samasamaki.com/2018/02/17/nurdin-halid-dorong-pengembangan-industri-rumahan/

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved