• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Peduli Kelestarian Budaya, NH-Aziz Siap Gandeng Kerajaan

March 12, 2018webadminBerita

Merdeka.com – Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut Satu, Nurdin Halid berjanji memperhatikan segala bentuk pelestarian adat budaya, jika terpilih bersama Aziz Qahhar Mudzakkar.

Nurdin mengambil contoh ritual pencucian benda pusaka Kerajaan Gowa yang harus dilestarikan. Sangat disayangkan bila pemerintah justru menghalangi bahkan ingin mengambil alih prosesi adat tersebut.

“Pembersihan benda pusaka itu harusnya dilaksanakan setiap tahun. Itu bagian dari menjaga adat istiadat dan budaya setempat. Kalau dijaga dengan baik, bahkan bisa menjadi objek wisata seperti di Yogyakarta,” kata Nurdin di Makassar beberapa waktu lalu.

Hubungan keluarga kerajaan Gowa dengan pemerintah setempat merenggang saat mereka tidak diperbolehkan melangsungkan prosesi adatnya, setelah Bupati Gowa mengeluarkan Perda No 5 Tahun 2016 tentang Lembaga Adat Daerah.

“Kalau NH menjadi gubernur, maka urusan budaya dan adat istiadat saya serahkan kepada kerajaan. Pemerintah hanya membimbing, siapkan sarana dan anggaran. Pemeliharaan adat dan pelestarian budaya dilaksanakan pihak kerajaan,” tambahnya.

Lebih jauh, NH mengaku yakin, sepanjang rakyat gowa berdaulat, pasti bisa memilih pemimpin dengan hati nurani. Sebab menurutnya, terkadang bukan rakyat yang berdaulat akan tetapi kecurangan. Rakyat diminta mampu menjaga TPS, jangan ditukar-tukar dan jangan ada intimidasi.

“Dengan begitu Insha Allah NH-Aziz bisa meraih suara sebanyak-banyaknya. Saya mengagumi dan meneladani Raja Bone, Arung Palakka dan Raja Gowa, Sultan Hasanuddin. Nilai-nilai perjuangan dan keteladanan mereka harus dipegang teguh dan dilestarikan salah satunya dengan tetap menjaga peninggalannya,” terang NH.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia tersebut ingin meniru konsep pelestarian adat dan budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meski bukan daerah khusus, konsep dan kepedulian pemerintah terhadap adat dan budayanya, menurut NH dapat diterapkan di Sulsel. [paw]

Senin, 12 Maret 2018 10:20 Reporter : Miftahul Khaeriyah

Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/peduli-kelestarian-budaya-nh-aziz-siap-gandeng-kerajaan.html

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved