• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Sulsel Zona Merah, NH Doakan Kedamaian dan Kesejahteraan dari Mekkah

February 26, 2018webadminBerita

TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR – Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid melakukan ibadah umrah di tengah masa kampanye Pilgub Sulsel 2018.

Nurdin bertolak ke Tanah Suci bersama sejumlah keluarga dan orang dekatnya. Rencananya, mantan Ketua PSSI itu menjalani umrah selama enam hari.

Nurdin sengaja melaksanakan umrah sebelum memulai perjuangan pada tahapan kampanye.

Selain menenangkan jiwa, berdoa dan beribadah kepada Allah SWT menjadi kebiasaan pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu sebelum memulai sesuatu. Terlebih untuk sesuatu yang besar, seperti pesta demokrasi.

Di Tanah Suci, Nurdin memanjatkan doa khusus untuk kebaikan Sulsel, tanah kelahirannya.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia itu mendoakan kedamaian dan kesejahteraan untuk Sulsel. Terlebih, memasuki tahun politik rentang 2018 hingga 2019.

“Pak NH sekarang menjalani ibadah umrah, sekaligus mendoakan kesejahteraan masyarakat Sulsel. Juga tentunya memohon petunjuk Allah SWT sebelum melakukan kampanye,” kata juru bicara NH-Aziz, Muhammad Natsir via rilis, Kamis (22/2/2018).

Menurut Natsir, ibadah umrah itu sendiri juga sebenarnya telah lama direncanakan Nurdin dan keluarga. Olehnya itu, keberangkatan Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar itu tidak akan menganggu agenda kampanye yang sejatinya telah dimulai sejak 15 Februari.

“Tim kan sudah susun jadwal. Dan, untuk agenda kampanye NH-Aziz akan efektif dimulai pada 1 Maret mendatang,” kata Natsir.

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 merupakan satu dari lima pilkada tingkat provinsi yang masuk kategori zona merah. Beragam upaya terus dilancarkan kepolisian guna mencegah timbulnya konflik pada pesta demokrasi tersebut.

Di Sulsel sendiri, kepolisian telah melakukan upaya preemtif dan preventif dengan menjalin silahturahmi dengan bakal calon gubernur dan tokoh parpol.

Di depan Kapolda Sulsel, NH menegaskan seluruh pengurus dan kader Golkar siap membantu Polri menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.

Disampaikannya pula beberapa saran untuk merubah Pilgub Sulsel dari zona merah menjadi zona hijau. Yang paling penting, sambung dia, adalah memastikan netralitas aparatur pemerintahan, TNI/Polri dan penyelenggara pemilu. Bila itu bisa dijamin independen, tak mungkin ada konflik.

“Netralitas menjadi kunci. Kapolda harus mengajak gubernur dan seluruh bupati/wali kota serta pihak penyelenggara untuk menjaga netralitas. Kalau itu bisa (terwujud), Insya Allah pilkada nanti tidak akan berada di zona merah,” kata NH yang juga Ketua Harian DPP Golkar belum lama ini.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono, sependapat dengan NH soal zona merah. Diharapkannya bantuan seluruh masyarakat Sulsel untuk membuktikan bahwa daerah ini layak dikategorikan zona hijau. Terlepas dari itu masuknya Sulsel sebagai zona merah, kata dia, membuat pihaknya mempersiapkan segala sesuatunya secara optimal. Polda Sulsel diakuinya menyiapkan antisipasi solusi atas segala kemungkinan terburuk.

“Soal zona merah itu, kita harus buktikan itu tidak benar. Inilah salah satu ikhtiar (mendatangi Kantor DPD I Golkar Sulsel untuk bersilahturahmi),” terang mantan Kapolda NTB itu.

Umar menegaskan zona merah itu biarkan menjadi pemacu untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi. Diserukannya juga agar seluruh elemen masyarakat berdoa untuk kebaikan Sulsel memasuki tahun politik.

“Selain ikhtiar, paling penting yah berserah diri. Toh yang menentukan segala sesuatunya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagai manusia, kita hanya bisa berikhtiar,” pungkasnya.(*)

Kamis, 22 Februari 2018

Penulis: Abdul Azis

Editor: Suryana Anas

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2018/02/22/sulsel-zona-merah-nh-doakan-kedamaian-dan-kesejahteraan-dari-mekkah

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved