• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Tokoh Masyarakat Maros Akui NH Peduli Nasib Petani Sejak Dulu

January 22, 2018webadminBerita

Maros–Kebijakan impor beras memperoleh sorotan dari sejumlah pihak. Bakal calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid turut menanggapi kebijakan tersebut saat menghadiri silaturahmi bersama masyarakat tani, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Desa Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Minggu (21/1).

Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini menargetkan, Sulawesi Selatan ditargetkan tidak hanya surplus, tetapi akan menjamin ketersediaan stok beras dan pangan secara nasional. Sehingga, impor pangan ke Indonesia tidak lagi perlu ditempuh pemerintah.

“Tidak usah impor beras, Sulawesi Selatan akan menjamin ketersediaan beras dan pangan. Karena kita akan menyimpan stok di gudang-gudang di berbagai pelosok Sulsel,” bebernya.

NH telah merancang strategi teknis dalam menjamin ketersediaan beras Sulsel untuk pasokan nasional. Ia menggagas, kelompok tani, koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan menjadi ujung tombak perekonomian yang bersentuhan langsung dengan penyediaan produksi pangan.

“Saat panen raya, pemerintah harus menetralisir harga agar beras tidak berada di bawah standar. BUMdes dan koperasi yang akan membeli, pedagang boleh beli tapi tidak boleh dengan harga di bawah standar,”

Selanjutnya, eks Dirut Puskud Hasanuddin ini juga menyiapkan holding di setiap kecamatan sebagai perkumpulan sejumlah koperasi dan BUMDes untuk tahap processing. Karena itu, lanjut NH, pabrik beras akan disediakan untuk memproses gabah petani. Sementara itu, di tingkat kabupaten akan menjadi pusat penimbangan dan pemasaran.

Melalui sistem tersebut, pasangan Aziz Qahhar ini juga menjamin ketersediaan pupuk bagi petani. Kelangkaan pupuk akan ditaktisi karena hanya ketiga lembaga tersebut yang berhak menjual pupuk subsidi. Sehingga, tengkulak tidak bisa lagi melakukan penimbunan pupuk yang menimbulkan kelangkaan.

Di samping itu, NH juga telah berkomitmen untuk membangun infrastruktur pertanian. Termasuk, peningkatan saluran irigasi memadai sehingga mampu meningkatkan produksi pertanian.

“Produksi rendah karena hanya mengandalkan tadah hujan. Padahal kita bisa memanfaatkan irigasi,” pungkasnya. (**)

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved