
Jakarta: Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid tak sependapat bila musyawarah nasional luar biasa (munaslub) memberi mandat kepada Airlangga Hartarto untuk mengemban jabatan ketua umum hingga 2022. Pasalnya, Airlangga dinilai hanya mengisi sisa masa jabatan Setya Novanto.
“Aturan mengatakan, pengisian jabatan lowong itu, baik yang dilakukan munas semua tingkatan, hanya melanjutkan periodisasi. Itu aturan, bukan kehendak orang,” kata Nurdin di sela munaslub di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Desember 2017.
Menurut Nurdin, keputusan menetapkan masa jabatan Airlangga hingga 2022 tidak bisa dilakukan pada munaslub sekarang. Hal itu karena munaslub ini sifatnya mendadak dengan persiapan yang singkat.
“Kalau mau munas lima tahunan itu perlu persiapan yang cukup, lebih matang, dan memberi ruang yang luas pada kader,” ujar dia.
Wacana agar masa jabatan Airlangga hingga 2022 menggema di munaslub Golkar. Ketua Forum Komunikasi DPD I Golkar Ridwan Bae menyatakan wacana itu sudah menyeruak di sebagian kalangan DPD I Golkar.
Suara itu juga datang Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung. Ia meminta DPP Golkar menetapkan masa kepemimpinan Airlangga hingga 2022 karena perbaikan Golkar perlu waktu yang cukup.
(OGI)
LB Ciputri Hutabarat • Selasa, 19 Dec 2017 10:55 WIB
Sumber: http://news.metrotvnews.com/politik/GNlJP4Gk-nurdin-halid-tak-setuju-masa-jabatan-airlangga-hingga-2022

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com