• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Poltracking: Elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Tertinggi Jelang Pilgub Sulsel

September 25, 2017webadminBerita

MAKASSAR, KOMPAS.com – Hasil Survei Poltracking Indonesia menunjukkan pasangan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Muzakkar (NH-Aziz) tertinggi dan mengalahkan elektabilitas beberapa bakal paslon lainnya dalam Pilgub Sulsel yang akan digelar 2018 mendatang.

Hasil survei yang bertemakan “Evaluasi Kinerja Pemerintah Daerah dan Trend Elektabilitas Cagub-Cawagub Sulawesi Selatan 2018” dirilis Senior Manajer Riset Poltracking, Arya Budi, di Hotel Ibis, Makassar, Minggu (24/9/2017).

Menurut Arya, pasangan nasionalis-religius ini cenderung lebih unggul dari tiga kandidat pasangan lainnya.

Pasang lainnya yakni  Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar (IYL-Cakka), Nurdin Abdullah-Tanribali Lamo, dan Agus Arifin Nu’mang-Aliyah Mustika Ilham.

“Kalau Pilgub Sulsel digelar sekarang, NH-Aziz yang akan terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. Di mana dalam simulasi, elektabilitas 4 kandidat pasangan yakni NH-Aziz dipilih oleh 19,79 persen responden,” ujar Arya.

Bakal paslon dengan elektabilitas kedua yakni IYL-Cakka (17,39 persen), Nurdin Abdullah-Tanribali (16,37 persen), dan Agus-Aliyah (8,95 persen).

Jika hanya 3 pasangan terunggul pada simulasi Pilgub Sulsel, lanjut Arya, NH-Aziz tetap meraih perolehan tertinggi dengan 22,85 persen keterpilihan publik.

Sementara, IYL-Cakka memperoleh suara sebanyak 19,69 persen dan NA-Tanribali sebanyak 17,14 persen.

“Hal serupa juga terjadi pada simulasi head to head yakni 2 kandidat pasangan antara NH-Aziz dan IYL-Cakka. Elektabilitas NH-Aziz unggul dengan 26,43 persen dan IYL-Cakka 23,79 persen,” lanjut Arya.

“Sementara itu, responden yang menjawab tidak tahu/tidak jawab pada ketiga simulasi tersebut berkisar 37,50 persen; 40,32 persen; dan 49,78 persen,” kata Arya lagi.

Arya mengungkapkan, pasangan NH-Azis elektabilitasnya tertinggi lantaran mesin politik yang dikendarainya yakni Partai Golkar. Partai Golkar di Sulsel memiliki basis kuat dengan 18 kursi di DPRD Sulsel.

“Eletabilitas NH-Azis tertinggi karena partai yang dikendarainya. Kedua, personal branding dan perguliran isu di media. Hal tersebut juga turut meningkatkan tren keterpilihan pasangan NH-Aziz hingga saat ini,” tandasnya.

Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 10 hingga 17 Agustus lalu dengan jumlah 800 responden yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan se-Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin error +/- 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

http://regional.kompas.com/read/2017/09/24/20144251/poltracking-elektabilitas-nurdin-halid-aziz-tertinggi-jelang-pilgub-sulsel

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved