• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Dari Sini Muasal NH Cinta Dunia Koperasi

September 26, 2017webadminBerita

Watampone—Sosok HAM Nurdin Halid yang saat ini menjadi tokoh koperasi nasional tidak ujug-ujug terwujud. Kecintaan cagub Sulsel usungan Golkar kepada dunia koperasi lahir dari masa kecilnya yang terbilang sulit.

Nurdin anak kedua dari sebelas bersaudara. Status itu menuntutnya menjadi anak yang termasuk dekat dan tahu susahnya kehidupan ekonomi orangtuanya. Ayahnya, H.A. Halid seorang guru. Ibunya hanya mengurus rumah tangga.

“Jujur saja, saya tidak bisa lupa bagaimana masa-masa itu. Gaji orangtua itu selalu hanya bisa menutupi seluruh kebutuhan keluarga selama 15 hari. Jadi tanggal 16 sampai awal bulan berikutnya, keluarga kami hidup dari hutang,” kisah NH di sela-sela Haul Tahun Keempat ibundanya, Hj A. Haking Petta Nyalla, di Bulu Tempe, Watampone, Selasa (26/9).

Ternyata, hutang rutin di pengujung bulan itu bisa leluasa berjalan karena di dekat rumahnya, Kelurahan Apala, Kecamatan Barebbo, ternyata ada koperasi.

Pengangkatan sumpah menjadi Manajer KUD di Sidrap

“Di koperasi itu, orang kecil seperti keluarga kami tidak pernah dipersulit. Bukan uang yang kami pinjam. Tapi beras, terigu, kopi, gula yang tidak bisa dibeli bisa dihutang. Termasuk rokok karena ayah saya juga perokok berat ketika itu,” kenang NH.

Koperasi selanjutnya menjadi lembaga yang begitu terhormat di mata NH. Kehadiran koperasi di mata keluarga NH seperti perpanjangan tangan Allah swt untuk selalu memudahkan kebutuhan orang-orang kecil. Selalu bisa membantu orang banyak dan orang susah.

Sejak itulah, terbangun ikatan emosional NH dengan koperasi. “Inilah ilham hingga saya geluti koperasi sampai saat ini. Koperasi harus diperbanyak karena tujuannya jelas untuk membantu ekonomi masyarakat,” sambungnya.

Terjun di dunia koperasi dilakoni total Ketua Harian DPP Golkar ini. Semua harapannya tentang dunia koperasi akhirnya terwujud. NH saat ini masih dipercaya sebagai Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia.

Juga pernah didapuk menjadi wakil presiden koperasi asia Pasifik. Organisasi ini beranggotakan 69 negara dan berkantor di New Delhi, India. Presidennya saat ini asal Korea. “Saya memang sangat mencintai dunia koperasi ini,” terangnya. (****)

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved