
Program membangun kampung yang menjadi gagasan andalan pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dianggap sebagai pintu masuk kemajuan daerah.
Makanya, mahasiswa asal daerah yang menuntut ilmu di perguruan tinggi Makassar pasti mendukung program ini. Jangankan yang berasal dari Bone, yang dari daerah lain juga pasti demikian.
Hal ini ditegaskan Ketua Asrama Kepmi Bone II Muhammad Adam Ali, di JALAN Kalumpang, Makassar, Minggu malam (29/10).
“Program ini sangat pas dengan Kami – kami yang memang berasal dari daerah. Kami yang menuntut ilmu di Makassar ini juga mau kalau bisa menjadi bagian penting program ini,” tegas mahasiswa UMI ini di hadapan ratusan mahasiswa asal Bone yang kuliah di Makassar.

HANGAT. Suasana kunjungan NH di Asrama Kepmi Bone II Jalan Kalumpang, Makassar, Minggu malam (29/10).
Mardam menerima kunjungan NH di Asrama Kepmi Bone itu nyaris hingga dini hari. Dialog ringan berlangsung hangat. Beberapa mahasiswa Bone mempertanyakan apa alasan NH masih mau kembali ke kampung padahal sudah dikaruniai beragam kelebihan di level pusat.
Menjawab ini, NH mengaku semuanya karena keinginan mengabdi kepada kampung. “Tidak mungkin saya mau pulang cari kekuasaan, tidak mungkin pula saya mau pulang kalau hanya cari kerjaan atau uang. Saya pulang memang hanya untuk mengabdi. Pengabdian yang akan saya lakukan murni karena saya sudah berjanji jauh-jauh hari akan pulang membangun kampung,” kata NH.

Dalam kesempatan itu, persoalan air bersih dan sarana olahraga yang dikeluhkan oleh mahasiswa Kepmi Bone langsung dipenuhi oleh NH. “Sumbangan Rp100 juta ini sudah lebih dari cukup untuk membeli pompa air dan lapangan tenis meja. Terima kasih pak NH,” kata Mardam Ali. (****)

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com