• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Akui Pernah di Penjara, Tapi Nurdin Halid Bukan Koruptor

January 9, 2018webadminBerita

SULSELSATU.com, MAKASSAR– Kandidat Gubernur Sulsel Nurdin Halid bukan orang bersih. Mantan Ketua PSSI itu pun mengakui dan tak pernah lari dari fakta sejarah yang tak mungkin ia hapus.

Politisi Partai Golkar itu pernah di penjara dalam sebuah kasus. Namun, Nurdin tak pernah memungkiri. Hanya saja, politisi asal Bone itu menolak keras jika dikatakan kotruptor.

Bahkan, saat mendaftar di KPU Sulsel, Senin 8 Januari 2018, Nurdin Halid yang didampangi wakilnya Aziz Qahhar Mudzakkar lebih banyak berbicara soal kisah-kisahnya di masa lalu.

Dalam kesempatan itu, secara jantan Nurdin mengakui pernah di penjara. Namun, Nurdin menegaskan, dirinya di penjara bukan karena korupsi dan menikmati uang korupsi.

Kepada insan pers dan sejumlah relawan serta simpatisan yang berada di lokasi, Nurdin membuka lembaran- lembaran masa- masa lalunya.

“Faktanya saya pernah mendapatkan hukuman dari negara. Fakta yang tidak bisa dihapus. Akan tetapi, saya bukan koruptor. Saya tidak pernah korupsi,” kata Nurdin usai mendaftar di KPU Sulsel.

Hukuman dari negara yang ia maksud bukan putusan yang menyatakan dirinya sebagai seorang koruptor. Namun, dinyatakan bebas.

“Dikatakan menimbang terdakwa tidak menikmati hasil tindak pidana korupsi. Itu yang tertulis. Keputusan hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” Nurdin bercerita.

Menurutnya, ia yang dikait-kaitkan sebagai seorang koruptor itu sebagai suatu fitnah. “Saya pernah dipidana. Tapi saya bukan koruptor. Karena saya tidak pernah korupsi,” ungkap Nurdin.

Mantan Manajer PSM Makassar itu juga menyebut keputusan hakim waktu itu yang menyatakan dirinya bukan seorang koruptor karena bantuan malaikat.

“Dan di kasasi saya mendapatkan hukuman. Tetapi, barangkali malaikat menuntun hakimnya dalam memilih putusan, dikatakan menimbang terdakwa tidak menikmati hasil tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Kembali ke tahapan pendaftaran calon Gubernur Sulsel. Nurdin mengatakan dirinya kembali mencalonkan sebagai bagian dari pengabdiannya bagi bangsa dan negara.

“Setiap manusia pasti punya masa lalu. Tapi setiap manusia tidak boleh dikekang masa depannya,” imbuhnya.

Dalam demokrasi kata Nurdin, tak ada satupun manusia yang mampu mengekang dan memaksakan kehendaknya ke orang lain.

9 Januari 2018 – 08:16

Penulis: Esa Ramadana

Editor: Alam Malik

Sumber: https://m.sulselsatu.com/2018/01/09/berita-utama/akui-pernah-di-penjara-tapi-nurdin-halid-bukan-koruptor.html

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved