
Merdeka.com – Salah seorang guru honorer di Kabupaten Wajo, Ani, mengapresiasi kepedulian Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) terhadap pengembangan dunia pendidikan. Dari empat kandidat, hanya pasangan nomor urut satu yang memiliki program pendidikan yang komprehensif.
Ia mencontohkan gagasan brilian berupa program pendidikan dan perlengkapan sekolah gratis ala NH-Aziz. Program itu menjamin kesetaraan antar-siswa dan dipastikan mampu meningkatkan partisipasi anak usia sekolah. Tidak sebatas itu, program menghadirkan perlengkapan sekolah gratis turut mengurangi beban finansial orangtua.
“Tidak ada kandidat selain NH-Aziz yang berani (mencanangkan program pendidikan dan perlengkapan sekolah gratis). Padahal, program tersebut sangat perlu diterapkan untuk siswa di Sulsel, saya dukung sekali program itu,” ujar Ani, di sela kampanye tatap muka dan dialogis Nurdin di Kabupaten Wajo, Kamis (8/3).
Di hadapan Nurdin, Ani juga menumpahkan keluh kesah perihal nasib guru honorer sepertinya. Taraf hidup alias kesejahteraan guru tidak tetap, kata dia, sangat memprihatinkan. Dengan beban kerja yang sama dengan guru tetap berstatus aparatur sipil negara, ia hanya mendapatkan honor sebesar Rp200 ribu per bulan. Jelas saja, itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Saya tidak berharap dan menuntut banyak, kalau memang tidak bisa diangkat menjadi pegawai negeri, cukup perhatikan kesejahteraan guru honorer. Apalagi, beban kerja guru honorer itu tidak jauh berbeda dengan guru tetap yang berstatus ASN,” keluh Ani.
Merespons keluhan itu, Nurdin berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer bila kelak terpilih. Toh, itu memang sudah dimasukkan dalam program kerjanya. Ia turut merasa prihatin apabila guru honorer yang telah bekerja sepenuh hati untuk mencerdaskan anak bangsa, tapi tidak mendapatkan imbal balik yang layak.
“Kita pasti akan bermohon dulu ke pusat mengupayakan agar terangkat menjadi pegawai negeri. Kalau memang keterbatasan kuota, maka akan disediakan intensif kesejahteraan pegawai honorer supaya bisa cenderung setara dengan ASN,” urai Nurdin.
Nurdin melanjutkan untuk program pendidikan dan perlengkapan sekolah gratis, semuanya sudah dikalkulasi dan realistis untuk diimplementasikan. Dijaminnya pula, tidak akan ada pungutan liar alias pungli dengan berbagai modus bila NH-Aziz menjadi nakhoda Sulsel.
“NH-Aziz tidak akan biarkan pungutan jenis apapun. Tidak boleh komite sekolah mengumpulkan para orangtua siswa, mengatakan atap sekolah bocor, kurang ruang kelas, kekurangan bangku, maka dipungut sumbangan. Tidak ada itu pungutan uang buku dan uang bangku, semua dijamin pemerintah kok,” tegas dia.
Program pendidikan NH-Aziz, Nurdin mengimbuhkan bahkan diupayakan sampai pada jenjang pendidikan tinggi. Pasangan nomor urut satu itu ingin membebaskan biaya kuliah mahasiswa pada tahun pertama. NH-Aziz juga menyiapkan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi demi melahirkan generasi unggul. [hhw]
Kamis, 8 Maret 2018 12:57 Reporter : Kurniawan
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/guru-honorer-apresiasi-kepedulian-nh-aziz-pada-dunia-pendidikan.html

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com