
Nurdin Halid: Koperasi untuk Kesejahteraan dan Kemaslahatan
POLITIKINI.ID – Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) H.A.M. Nurdin Halid (NH) tampil memukau, ketika membawakan orasi di depan ribuan undangan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 1 Dekopin, di Lapangan Karebosi, Senin malam (20/2/2017).
Di depan peserta pembukaan yang dihadiri Menteri Koperasi Anak Agung Puspayoga dan beberapa tokoh seperti beberapa pejabat Sulsel seperti Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang, Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto dan Ketua DPRD Sulael Moh. Roem, Nurdin Halid menjelaskan tekadnya membawa koperasi Indonesia sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Dia menegaskan Dekopin sebagai wadah berkumpul yang tak boleh dijadikan sebagai alat politik untuk meraih kekuasaan. Politik adalah politik dan koperasi adalah kesejahteraan dan kemaslahatan.
“Saya ingin berbicara tentang bagaimana koperasi bisa membawa kita pada kesejahteraan, kemaslahatan dan kemajuan Indonesia. Organisasi ini bukan untuk politik tetapi kesejahteraan,” kata Nurdin dalam berorasinya.
Dalam orasi itu, Nurdin merasa perlu memberikan penegasan antara politik dan koperasi yang beberapa waktu terakhir kepemimpinannya di koperasi Indonesia selalu dikaitkan dengan posisi politiknya di Partai Golkar dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel.
“Ada yang mengatakan Rakernas di Makassar ini adalah pra kondisi terkait dengan pelaksanaan Pilgub 2018. Saya katakan bahwa penetapan Makassar sebagai tuan rumah sudah ditetapkan bapak Menteri Koperasi sejak setahun lalu,” tambahnya.
Pernyataan itu juga menjadi jawaban atas sambutan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang yang menyatakan sangat tepat Nurdin Halid menjadi pimpinan Dekopin karena di Sulsel ada banyak pelaku koperasi yang berpengaruh secara politik.
Nurdin menyampaikan potensi koperasi di Sulsel sangat besar dan untuk itu punya peluang untuk dikembangkan yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pendapatan masyarakat.
“Saatnya koperasi menjadi penopang utama perekonomian Sulsel dan Indonesia. Tidak hanya terus bertumpu pada konglomerasi, yang tentu dampaknya tak terlalu signifikan pada perekonomian rakyat,” jelasnya.
Suami dari Andi Nurbani ini juga mengingatkan tentang kejayaan Koperasi Sulsel, yang perlahan mulai tergerus karena tak sanggup bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya.
“Koperasi Sulsel pernah menjadi yang utama dan terbaik. Ini harus dikembalikan dan memberikan warna lebih pada kegiatan ekonomi Sulsel ke depan,” ujarnya. “Koperasi harus menjadi penopang utama pembangunan bangsa. Insan koperasi harus berada di garda terdepan dalam menghadirkan kesejahteraan dan kemaslahatan bangsa,”
Dalam orasi berdurasi 30 menit itu, Nurdin juga menjelaskan sebuah cita-cita besar menjadikan koperasi sebagai pengawal bangsa Indonesia menuju bangsa berkesejahteraan.
“Tak kala Indonesia memperingati kemerdekaannya yang ke 100 tahun, kami bertekad membawa bangsa ini pada kemajuan dan kesejahteraan dengan koperasi sebagai pilar utamanya,” ujarnya.
Karena itu, kata dia, banyak hal harus diperbaiki untuk mengatasi dan mencapainya. NH menggarisbawahi pentingnya perbaikan mentalitas para pelaku koperasi yang menurutnya masih berada di titik terendah. Insan koperasi harus banyak membuat terobosan agar bisa dengan mudah mencapai cita-cita yang dimaksud.
“Koperasi tak boleh hanya tinggal jalan di tempat. Harus banyak melahirkan terobosan agar bisa bersaing dalam persaingan global. Penguasaan informasi teknologi misalnya harus menjadi salah satu perbaikan utama ke depan,” tegasnya.
Sumber:
http://politikini.id/election/nurdin-halid-koperasi-untuk-kesejahteraan-dan-kemaslahatan/

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com