
Merdeka.com – Calon gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid percaya diri membaca puisi berjudul Pulang Kampung ciptaan Ahmad Haruna, salah seorang seniman Makassar, pada kampanye dialogis yang digelar di Kompleks pasar Toddopuli kecamatan Panakukang kota Makassar, Jumat (16/3).
Di hadapan ratusan warga, mantan pemain drama era 1980 tersebut piawai memainkan intonasi suara sembari membaca beberapa bait puisi yang ditujukan untuk dirinya.
“Sulsel menanti sang tangan dingin. Sulsel harus menggeliat, Sulsel harus lebih baik dari hari ini. Majulah sang penegak koperasi, majulah sang manager handal majulah sang petarung ulung. Demi tanah lahir ayam jantan dari timur,” penggalan puisi yang dibacakan NH disambut tepuk tangan warga.
Sang penulis puisi, Ahmad Haruna tak mau kalah, ia dengan sigap langsung mengambil alih panggung dan membacaka puisi dari buku yang dipegangnya. Judul puisi yang dibaca Haruna, Wattunammi.
“Jangan tanya aku Tobarani, mengapa aku maju menjadi calon gubernur. Jangan tanya aku saribattang, mengapa aku ingin memimpin Sulsel. Jangan tanya aku Cappo mengapa aku tinggalkan kursi itu dan berlabuh di pantai Losari,” gelegar suara Haruna, disambut meriah warga.
“Jangan tanya aku cika’ kalau sederet amanat partai nasional saya tanggalkan demi bumi kelautan. Jangan tanya aku amure kalau hari ini aku singsingkan lengan baju menuju maju karena hari ini hari kita semua. Hari ini kuning punya mau hari ini wattunnami NH jadi gubernur,” demikian bait puisi yang dibacakan Ahmad Haruna.
Tidak sampai disitu, NH yang masih berada di atas panggung kembali membaca lembaran buku kumpulan puisi di tangannya. Kali ini, puisi berjudul, Anak Kampung Pulang Kampung yang dibacakan Ketua Dewan Koperasi Indonesia itu.
“Anak kampung pulang kampung, di sebuah desa kita bertemu. Kujabat tangan mu erat. Di matamu ada sinar keikhlasan. Di sebuah desa kita bersua, tentang ekonomi, budaya dan politik praktis,” seru NH.
“Tergambar ada kecerdasan yang terselip di kepalamu. Di sebuah desa kita bercanda. Tawamu menyinggung kondisi sebagian karakter manusia, kulihat ada cinta yang tak disampaikan ke hatimu. Di ujung desa aku pamit padamu, kau tersenyum. Ah, sang lelaki Bone. Anak kampung pulang kampung membangun Sulawesi Selatan,” demikian bait puisi yang dibacakan Nurdin Halid.
Ahmad Haruna sendiri menuliskan 99 puisi yang dirangkum dalam sebuah buku berjudul Pulang Kampung. Angka 99 sendiri, bagi Ahmad merupakan perwakilan sifat-sifat Allah SWT yang semoga sebagian besar dapat ditiru oleh NH-Aziz ketika terpilih kelak. [hhw]
Sabtu, 17 Maret 2018 10:27 Reporter : Miftahul Khaeriyah
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/nurdin-halid-baca-puisi-di-hadapan-warga.html

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com