
TRIBUN-TORAJA.COM, MAKALE – Ketua Dewan Pimpian Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Halid menanggapi polemik wisata halal.
Hal itu disampaikannya setelah melaksanakan konsolidasi dan pemantapan pemenangan Pileg dan Pilpres 2019 Partai Golkar di Kantor DPD II Partai Golkar Tana Toraja, Jl Pongtiku, Kelurahan Pantan, Kecamatan Makale.
“Saya sudah instruksikan kepada seluruh partai Golkar di Sulsel dan Victor Datuan Batara agar mengeluarkan pernyataan partai,” ujar Nurdin, Sabtu (16/3/2019).
Ditekankan Nurdin, DPD I Partai Golkar Tana Toraja menolak gagasan Pemerintah Provinsi Sulsel, entah sebagai rencana pribadi.
“Satu malam saya disini, dapat laporan dari masyarakat dan melihat spanduk tolak wisata halal yang ada di jalan,” jelasnya.
Nurdin menjelaskan, Partai Golkar Sulsel menolak keras adanya gagasan tersebut dan akan berhadapan dengan partainya jika Toraja diminta mengadakan wisata halal.
“Itu tidak memahami budaya orang Toraja dan tidak memahammi budaya yang berkembang di Sulsel,” sesal Nurdin.
“Tidak dikenal wisata halal, tapi yang dikenal adalah makanan halal,” tambahnya.
Ditegaskan, jika Pemprov Sulsel tidak mau di demo rakyat se Sulsel jangan mengecewakan rakyat yang tidak sesuai budaya dan kondisi kehidupan masyarakat terkini.
“Inilah pemimpin yang tidak paham kondisi daerah dan tidak memahami karakteristik orang Sulsel, jadi partai Golkar Provinsi dan Golkar Tana Toraja saya instruksikan menolak keras wisata halal,” tutup Nurdin.(*)
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Nurdin Halid: Budaya di Toraja Tidak Dikenal Wisata Halal Tapi Makanan Halal, http://makassar.tribunnews.com/2019/03/17/nurdin-halid-budaya-di-toraja-tidak-dikenal-wisata-halal-tapi-makanan-halal.
Penulis: Risnawati M
Editor: Hasrul

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com