• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Nurdin Halid: Posisi Saya Paling Bagus Jadi Plt Ketum Golkar

November 23, 2017webadminBerita

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid menilai dirinya adalah sosok yang paling tepat untuk menjadi pelaksana tugas (Plt) ketua umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto.

Sebab, dirinya tidak mempunyai hasrat menjadi ketua umum definitif Partai Golkar.

Oleh karena itu, sebagai Plt ketua umum, ia bisa menyelenggarakan forum musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk memilih ketua umum definitif dengan lebih netral.

“Posisi saya paling bagus, paling enak karena saya tidak punya ambisi dan tidak punya kemauan menjadi ketum maupun Plt ketum dalam artian definitif sampai 2019,” kata Nurdin di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Nurdin mengaku tidak berhasrat menjadi ketua umum Golkar definitif karena tengah fokus maju dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2018.

Nurdin sudah mendapat tiket dukungan dari Partai Golkar dan sejumlah parpol lain.

“Kalau Plt definitif saya tidak berkeinginan karena saya sudah memutuskan kembali membangun kampung di Sulsel. Itu sudah menjadi prioritas saya dan keluarga saya,” katanya.

Kendati demikian, Nurdin tetap menyerahkan sepenuhnya keputusan siapa yang akan menjadi Plt ketua umum kepada rapat pleno DPP Golkar yang akan digelar pada Selasa (21/11/2017) siang ini.

Nurdin juga tak mempermasalahkan Sekjen Golkar Idrus Marham yang sudah mendapatkan dukungan dari Novanto sebagai Plt ketua umum.

“Itu hal yang biasa, itu akan kami bawa ke rapat pleno,” ucapnya.

Setya Novanto saat ini akan diberhentikan dari posisi ketua umum karena sudah menjadi tahanan KPK. Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2017/11/21/12521211/nurdin-halid-posisi-saya-paling-bagus-jadi-plt-ketum-golkar

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved