• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Nurdin Halid Siap Jadikan Sulsel Kiblat Propinsi Ekonomi Kerakyatan

April 9, 2018webadminBerita

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid menghadiri silaturahmi dan dialog relawan koperasi di Hotel Aswin, Jl Gunung Latimojong, Makassar, Minggu (8/4) malam.

Dalam kesempatan tersebut, NH memaparkan idenya terkait ekonomi kerakyatan di hadapan para insan koperasi.

Pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dalam Pilgub Sulsel menegaskan, majunya pada kontestasi politik kali ini karena timbulnya rasa jengah terhadap kondisi kesejahteraan rakyat.

Meski pertumbuhan Sulsel di atas rata-rata nasional, imbuh NH, provinsi ini terburuk keempat dalam gini ratio (skala kesenjangan).

“Kita orang koperasi anti dengan kesenjangan. Pembangunan selama ini berpusat di kota dan cenderung mengabaikan kampung. Itulah saya bersama Ustad Aziz ingin kembali untuk membangun di kampung,” jelasnya dalam rilis, Senin (9/4/2018).

Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini menyebutkan pula, kondisi ini turut dipengaruhi oleh penerapan sistem ekonomi yang condong menganut paham liberal/kapitalis. Sehingga, proses perekonomian kerap diatur dengan mekanisme pasar.

“Ini tidak cocok dengan konstitusi kita. Pasal 33 UUD 1945 yang tepat, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan,” urainya.

Karena itu, mantan Puskud Hasanuddin ini berkomitmen untuk menjadikan Sulsel sebagai kiblat daerah percontohan untuk penerapan full Pasal 33 UUD 1945.

Sederet gagasan dicetuskan, mulai dari mengubah Bank Sulselbar menjadi Bank Rakyat Sulsel yang ikut dimiliki oleh tiap masyarakat hingga bantuan pinjaman modal tanpa bunga dan agunan.

“Banyak yang bilang programnya tidak realistis, memang tidak kalau orang yang tidak paham. Di AMPI, saya pernah buat Gerakan Pembaharuan Ekonomi Lemah. Ratusan juta disiapkan dana, diberi ke pedagang kecil di pasar tanpa ada bunga dan jaminan. Itu belum gubernur, apalagi kalau sudah punya kewenangan tanda tangan,” bebernya.

“Saya ingin memberi contoh bagaimana mewujudkan dengan tepat ekonomi kerakyatan. Ke depannya, bagi yang mau membuat Sulsel maju dan maju karena rakyatnya, maka harus memilih NH menjadi gubernur,” tegasnya.(*)

Senin, 9 April 2018 12:30

Penulis: Abdul Azis

Editor: Anita Kusuma Wardana

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2018/04/09/nurdin-halid-siap-jadikan-sulsel-kiblat-propinsi-ekonomi-kerakyatan

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved