• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Nurdin Halid Tertantang Membenahi Sulsel

April 26, 2018webadminBerita

Makassar: Provinsi Sulawesi Selatan dihadapkan pada sejumlah persoalan. Kemiskinan, angka pengangguran yang tinggi, serta kesenjangan masyarakat jadi beberapa masalah yang paling sering jadi sorotan.

Sebagai calon gubernur, Nurdin Halid menyebut berbagai persoalan berpangkal dari minimnya infrastruktur. Selama ini pembangunan dianggap hanya berfokus pada sebagian daerah, terutama di kota. Daerah lain dibiarkan.

“(Semua persoalan itu) jadi tantangan buat saya. Semula saya tidak niatan atau ambisi untuk menjadi gubernur, tapi karena ada tantangan ini, saya terpanggil,” kata Nurdin kepada Medcom.id.

Nurdin yang berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar menganggap infrastruktur wajib jadi program prioritas bagi kepala daerah jika ingin melihat Sulsel berkembang. Bagi dia, penyediaan infrastruktur berarti membuka akses lebih luas bagi masyarakat.

Terbukanya akses, misalnya jalan raya, menurut Nurdin, akan diikuti dengan pemberdayaan sumber-sumber produksi yang lebih baik. Muaranya adalah peningkatan produktivitas diikuti perbaikan kesejahteraan.

Alasan itu pula yang mendorong Nurdin bersama Aziz merancang konsep Tri Karya Pembangunan. Konsep ini berisi haluan besar dalam mengarahkan pembangunan Sulsel. Sesuai namanya, terdapat tiga poin utama, yakni pembangunan berbasis infrastruktur, ekonomi berbasis kerakyatan, dan pembangunan berbasis kearifan lokal.
“Mengapa infrastruktur, karena Sulsel mengandalkan ekonomi rakyat. Artinya sumber-sumber produksi yang dikuasai, dimiliki oleh orang banyak, tapi pemerintah tidak merancang sebuah proses pembangunan yang fokus pada sumber-sumber alam,” ujar Nurdin.

Nurdin percaya penuntasan masalah infrastruktur secara langsung menekan kesenjangan di masyarakat. Sebab warga yang berada di pedalaman, dengan akses terbuka, bisa punya peluang yang sama untuk memaksimalkan hasil produksi dibandingkan mereka yang ada di kota.

Nurdin Halid mencontohkan masalah infrastruktur dengan menyebut wilayah Kecamatan Seko di kabupaten Luwu Utara. Untuk mencapai daerah itu dari ibu kota kabupaten, Masamba, mesti ditempuh dengan perjalanan dua hari dua malam. Listrik di sana pun belum memadai.

“Di tengah kita sudah merdeka 73 tahun, masih ada rakyat yang tidak menikmati listrik, jalan yang baik. Insyallah di tahun pertama saya jika menjadi gubernur, masalah jalan ini sudah selesai. Sehingga ekonomi rakyat akan bergerak, mengurangi biaya produksi, mengurangi biaya pemasaran,” Nurdin mengatakan. (*)

Al Abrar, Andi Aan Pranata    •    Kamis, 26 Apr 2018 14:45 WIB

Sumber: http://news.metrotvnews.com/read/2018/04/26/866134/nurdin-halid-tertantang-membenahi-sulsel

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved