• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Perhatikan Infrastruktur di Perbatasan, NH Dinilai Total Soal Pemerataan

December 21, 2017webadminBerita

Pembangunan infrastruktur merupakan satu dari tiga poin konsep trikarya menuju Sulsel Baru yang digagas calon Gubernur, Nurdin Halid. Konsepnya dengan mengutamakan pembangunan yang merata dan berkeadilan, demi kesejahteraan masyarakat.

Bersama pasangannya, Aziz Qahhar Mudzakkar, implementasi pembangunan infrastruktur yang dianggap perlu adalah pembukaan jalan baru Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai. Tak terkecuali sejumlah ruas jalan provinsi yang dianggap perlu untuk segera dibenahi, seperti jalur Parepare-Luwu.

Bahkan, sejumlah infrastruktur jalan yang menghubungkan Sulsel dengan provinsi tetangga juga mulai disiapkan sejak dini. Misalnya, perancangan perbaikan jalan untuk menghubungkan Sultra dan Sulbar. Diharapkannya, akses transportasi di wilayah perbatasan Sulsel tidak lagi menjadi kendala.

“Beliau sudah punya perencanaan matang soal infrastruktur. Membangun kampung, bukan sekadar membangun saja, tapi juga bagaimana mampu memahami dan memenuhi kebutuhan dan apa yang dibutuhkan masyarakat,” kata ,legislator Golkar Lutra, Mahfud Yunus, Kamis 21 Desember 2017.

Ia menilai, soal pembangunan infrastruktur, NH paling serius dalam hal pemerataan. Termasuk kawasan perbatasan yang menghubungkan Sulsel dengan provinsi lainnya. Tak hanya infrastruktur darat, begitu pun dengan wilayah perbatasan perairan.

“Grand planningnya beliau itu, agar supaya Sulsel ini bisa besar secara bersama. Bukan persektoral saja, tapi diseluruh wilayah, mulai dari kampung-kampung hingga ke kota yang telah tertata, semuanya terhubung,” jelasnya.

“Kita bisa rasakan saat ini, bagaimana di wilayah perbatasan. Jalanannya masih sangat minim perhatian. Masih banyak yang rusak dan berlubang,” ucapnya menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, NH menyebut perlunya ada ‘gebrakan’ pembangunan infrastruktur jalan, meski diakuinya membutuhkan dana besar. NH mengatakan gubernur tidak boleh sebatas bertumpu pada APBD, tapi harus piawai ‘menarik’ APBN dan mendatangkan investor.

Untuk jalan baru Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai, NH memperkirakan butuh anggaran setidaknya Rp7,5 triliun. Masing-masing rute Makassar-Bone Rp3,5 triliun dan Makassar-Sinjai Rp4 triliun. Begitupun dengan wilayah perbaikan infrastruktur di wilayah perbatasan. (**)

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved