
JAKARTA, Pojokbebas.com-Pemanasan global terus mengalami peningkatan akibat emisi karbondioksida yang juga terus mengalami peningkatan. Tercatat, sejak tahun 1990, emisi carbon dioxsida dunia mengalami peningkatan sebanyak 50 persen. Hari ini 800 juta orang rentan mengalami bencana kekeringan, polusi udara yang beracun, meningkatnya air laut, dan kerap terjadinya bencana alam yang besar.
Presiden Koperasi Dunia ( International Cooperative Alliance-ICA) Mr Ariel Guarco menyoroti hal tersebut saat merayakan Hari Koperasi sedunia, pada 4 Juli 2020 lalu. Menurutnya, semua pihak umumnya dan khusus insan koperasi di seluruh dunia harus bekerja sama mencegah terjadinya pemanahsan global.
“Saya minta Anda semua agar tidak berhenti. Terus menerus bekerjasama dalam komunitas Anda. Serta untuk lebih meningkatkan suara Anda lebih keras dalam memberitahu dunia pada hari koperasi ini. Bahwa kita dapat mencegah dampak yang merugikan dari perubahan iklim, jika kita membangun ekonomi secara bersama-sama berdasarkan nilai dan prinsip koperasi,” Beber Guarco.
Sesuai dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, sudah diingatkan bahwa konsumsi dan produksi yang terus menerus akan membawa dunia ini pada titik yang tidak bisa kembali selama dekade terakhir. Namun, Guarco mengatakan, dirinya optimistis, dengan membangun ekonomi berbasis komunitas seperti koperasi keadilan ekonomi akan tercipta dan warga dunia bersatu mencegah perubahan iklim.
Hal inilah yang mendorong saya untuk mengambil momentum dalam hari koperasi dunia ini dengan mengajak semua agar memobilisasi kekuatan bersama dalam menghadapi perubahan iklim yang terjadi. Di dunia tempat kita berbagi tempat tinggal, ada ratusan ribu pengalaman yang tentunya menunjukkan pada kita bahwa ada cara lain yang digunakan dalam membangun. Bahwa pembangunan berkelanjutan adalah bukan hal yang utopia,” tandasnya.
Dalam skala global, urai Presiden ICA, kekuatan ekonomi koperasi mengintegrasikan lebih dari 1 milyar anggota. Dan mempekerjakan sekitar 10 persen dari jumlah pekerja di seluruh dunia. Volume bisnis dari 300 koperasi terbesar dunia setara dengan GDP kekuatan ekonomi ke-6 dunia.
Hari ini meskipun dalam kondisi yang sangat sulit, gerakan koperasi melakukan berbagai hal dengan segala daya upaya untuk melindungi komunitas, serta membantu anggotanya untuk mengatasi kondisi darurat kesehatan sosial dan ekonomi. “Koperasi bahu membahu menjaga bumi dengan upaya kolektif agar tidak ada yang tertinggal (dalam proses pembangunan)”.
Koperasi, lanjutnya, terpanggil untuk menjadi pemain utama dalam menghadapi tantangan-tangtangan ini. “Di mana menjadi penting pada saat kita menghadapi pandemi yang membuat seluruh dunia menderita ini. Meskipun kita berpengalaman dengan penderitaan dan ketidakpastian ini, tragedi secara personal maupun kolektif memukul baik secara langsung maupun tidak tetapi mengenai kita semua. Masih ada waktu, mari kita beraksi untuk (perbaikan) iklim secara bersama,” tutup Guarco. (Pb-6)
Run down acara 60 menit di TVRI, pkl 19-20 malam hari ini
1. Opening
2. Lagu Indonesia Raya
3. Mars Koperasi
4. Filler sejarah koperasi
5. Sambutan Ketua Umum Dekopin
6. Penandatanganan MOU Digitalisasi
7. Sambutan Menko Perekonomian
8. Statemen Ketua MPR
9. Statement Idris Laena
10. Statement Presiden ICA
11. Statement Ketua Koperasi Malaysia
12. Statement Jimly asshidique
13. Statement Meutia Hatta
Sumber: pojokbebas.com

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com