• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Tak Ingin Tersandera, Nurdin Halid Pastikan Ongkos Politiknya Bebas Dari Cukong

February 12, 2018webadminBerita

Merdeka.com – Bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Halid (NH) mengungkapkan, seluruh ongkos politik, termasuk dana kampanye pada pilkada bersumber dari uang pribadinya.

Diakui, tidak sepeserpun ia dan Aziz Qahhar Mudzakkar meminta sumbangan dari pemodal alias cukong. NH-Aziz tidak mau tersandera kepentingan sang pemodal bila kelak terpilih memimpin Sulsel.

“Cara saya agar tidak ada korupsi atau anti-korupsi, ya tidak boleh ada cukong. Kalau ada cukong pasti ada budi, lalu ketika ada budi maka akan ruang untuk korupsi,” kata Nurdin.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia itu mengaku siap menggelontorkan uang pribadinya untuk ongkos politik, termasuk dana kampanye. Hal tersebut sudah dibicarakannya bersama Aziz. Dengan terbebas dari cukong, ia dan Aziz lebih mandiri dalam menentukan arah kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat Sulsel.

“(Soal ongkos politik) murni dari pribadi saya, tapi soal nominalnya itu rahasia,” ujar Nurdin yang berlatar belakangan politikus dan pengusaha.

Nurdin juga tidak menampik bahwa dirinya merupakan calon gubernur terkaya di Indonesia. Merujuk data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait laporan harta kekayaan pejabat negara alias LHKPN, kekayaan Nurdin menembus Rp 167 miliar lebih.

Khusus di Sulsel, kekayaan Nurdin jauh melampaui rivalnya, seperti Nurdin Abdullah yang di atas Rp53 miliar, Ichsan Yasin Limpo Rp20 miliar lebih, dan Agus Arifin Nu’mang Rp7 miliar lebih.

Menurut Nurdin, tidak ada yang ditutupi terkait kekayaan. Malah, mantan Ketua PSSI itu menyinggung kepala daerah atau mantan kepala daerah selama dua periode lantas kekayaannya sangat minim. Bisa jadi ada cukong di baliknya. Musababnya, ongkos pilkada sangatlah besar.

“Soal itu (NH cagub terkaya), ya namanya pemimpin itu harus punya kejujuran,” pungkasnya. [hrs]

Jumat, 9 Februari 2018 14:55 Reporter : Kurniawan

Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/tak-ingin-tersandera-nurdin-halid-pastikan-ongkos-politiknya-bebas-dari-cukong.html

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved