• Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Nurdin Halid
    • Tentang The Nurdin Halid Institute
    • Kontak
    • FAQ
  • Program
    • Riset dan Pengkajian
    • Penerbitan Buku dan Jurnal
    • Seminar dan Diskusi
    • Pengembangan Koperasi Berbasis Sumber Daya Lokal
    • NHI Award
  • Publikasi
    • Press Release
    • Pidato & Sambutan
    • Makalah dan Presentasi
    • Wawancara Eksklusif
  • Berita dan Opini
    • Berita
    • Opini
  • Galeri
    • Foto
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
    • Video
      • Koperasi
      • Politik
      • Sepakbola
  • Perpustakaan
    • Buku
      • Biografi Koperasi
      • Biografi Politik
      • Biografi Sepakbola
      • Koperasi Pilar Negara
      • Lahir Baru
      • Mahkota Perjuangan
      • Pendekar Bola dari Bugis
      • Reborn
      • Suara Golkar, Suara Rakyat
      • Visi PSSI 2020
    • Arsip
  • NH Channel

Wah.. Begini Lagu Indonesia Raya di Mata Aziz Qahhar

February 12, 2018webadminBerita

Makassar–Bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menyebut lagu kebangsaan, Indonesia Raya menjadi landasan dalam merumuskan visi misi pada pilgub. Termasuk, program pembinaan keumatan yang digagas bersama pasangannya, Nurdin Halid.

“Di Indonesia Raya, di situ kan dikatakan bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Pembangunan jiwa yang paling signifikan adalah dengan agama,” terangnya, Minggu, 11 Februari 2018.

Karena itu, pembangunan yang dilakukan dalam pemerintahan juga harus memperhatikan aspek jasmani sekaligus rohani. Hal tersebut sejalan dengan ideologi Pancasila yang mengatur visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Aziz Qahhar menuturkan, Pancasila mengatur terwujudnya kehidupan dengan menjunjung tinggi nilai ketuhanan.

“Kita tidak mau dengan negara kita yang berideologi Pancasila, jelas di sila pertamanya, ketuhanan yang Maha Esa. Namun, pembangunan kita sekularistik, urusan pembangunan negara tidak ada nomenklatur dalam memajukan kehidupan beragama,” jelasnya.

Mengacu pada hal itu, Aziz mengusung tagline nasionalis-religius. Sebab, pasangan ini merupakan paduan dari figur yang hendak mensejahterakan dunia sekaligus kebahagiaan akhirat.

“Pak NH ini seorang politisi, pengusaha, ahli mengurusi ekonomi masyarakat. Saya orang pesantren, tentu wacana saya banyak  membangun kehidupan beragama, membangun jiwa. Maka inilah nasionalis-religius,” ujarnya.

Program ini juga ditegaskan oleh NH. Menurutnya, kedua aspek tersebut harus menjadi perhatian pemerintah dalam menentukan arah pembangunan.

“Di dunia ini, tujuan kita untuk mensejahterakan masyarakat. Tapi jangan sampai, masyarakat sejahtera kemudian melupakan akhiratnya,” tuturnya.

Sejumlah program pembinaan keumatan  akan direalisasikan pasangan NH-Aziz jika terpilih kelak. Di antaranya, peningkatan insentif imam desa/pegawai syara hingga Rp1 juta, pendirian rumah Alquran di setiap kampung, standardisasi tempat berwudhu masjid dan toilet rumah ibadah, serta pembinaan qari dan hafidz. (**)

Buku

Jurnal The NH Institute

Sosial Media

Facebook
Twitter
Instagram

Fan Page Nurdin Halid

Alamat: Wisma NH
Jalan Raya Pasar Minggu No. 2 B-C
Pancoran, Jakarta Selatan
✉️ info@thenurdinhalidinstitute.com

Copyright © 2025 The Nurdin Halid Institute All Rights Reserved